Pengajian Triwulan, Guru Ini Dapat Kejutan

Ifa Rahmawati, guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo mendapat doorprize di Pengajian Triwulan PCM Sidoarjo. (Tagar.co/Nana)

Pengajian Triwulan PCM Sidoarjo digelar di Auditorium Mas Masyur SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida), Sabtu (23/5/2026).

Pukul 09.00 WIB ruangan sudah dipenuhi anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo, pegawai amal usaha dari enam sekolah Muhammadiyah. Mulai SD sampai SMA.

Pengajian Triwulan agenda tetap Majelis Tabligh PCM Sidoarjo. Enam sekolah Muhammadiyah PCM Sidoarjo mendapat giliran sebagai tuan rumah setiap tiga bulan sekali.

Suasana segar melingkupi auditorium dengan kehadiran master of ceremony (MC) bersahabat Ustaz Makhrus.

Dengan joke ringan, MC meminta jemaah menepuk bahu teman sebelah kanan-kirinya secara bergantian sambil mengucapkan kata-kata motivasi agar memperhatikan dengan seksama materi pengajian yang akan disampaikan.

”Pak, Pak, Bu,Bu. Fokus. Catat. Aja ngomong wae (Jangan bicara saja).  HP-ne disimpen (HP disimpan),” ujarnya diikuti oleh jemaah.

”Bapak, ibu, dilarang ngrasani pimpinan. Dusa (Bapak, Ibu, dilarang menggunjing pimpinan. Dosa),” gurau guru Matematika ini dalam bahasa Jawa disambut gelak tawa jemaah.

Acara berjalan lancar. Pembicara Ferry Yudi Antonis Saputra, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI, mengupas tema Allah, Aku, dan Muhammadiyah. Bagaimana menjadi pendidik di amal usaha Muhammadiyah yang baik.

“Tidak sekadar datang, check clock, mengajar, dan pulang. Tetapi harus hadir dengan ruh mendidik. Jangan hanya badan yang berada di sekolah, tetapi batin melayang ke mana-mana,” papar Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya ini.

“Kejarlah poin, maka koin akan mengikuti,” lanjutnya.

Guru Muhammadiyah harus bisa  menjaga amal usaha di tengah kemodernan. Maka penting untuk menjadi kader Muhammadiyah. “Karena hanya kader yang paham kader,” katanya.

Pengajian diakhiri dengan pembagian doorprize. Dari ratusan jemaah yang hadir, terpilih enam orang penerima doorprize.

Doorprize pertama jatuh pada Ifa Rahmawati, S.Pd.I, guru kelas 2 di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) sebagai peserta pertama yang menghadiri pengajian.

”Panggilan jiwa untuk disiplin dari seorang pendidik akan berpengaruh bagi anak-anak didik,” kata Bu Ifa, sapaan akrabnya ketika diwawancarai. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana  Penyunting Sugeng Purwanto tagar.co

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top