
Sdamada.id Seperti biasa, tawa ceria, kejar-kejaran, bermain bola, dan canda gembira murid-murid SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo mewarnai pagi yang cerah pada Selasa (26/5/2026).
Hari ini bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447H, di mana semua warga sekolah dianjurkan untuk puasa sunnah di hari Arafah.
Saat ini memang masih dalam rentang waktu anak-anak menjalani ujian akhir semester genap. Tetapi hal ini tidak menghalangi mereka untuk menjalani puasa sunnah di hari Arafah.
“Semua keluargaku puasa,” kata Khanza, siswi kelas 3 Ar Razi.
“Puasa di hari Arafah, biar dosanya diampuni,” lanjut Qonita ketika ditanya maksud puasa sunnah ini.
Sementara Tsabita, juga menjelaskan bahwa puasa di hari Arafah ini untuk menyambut datangnya Hari Raya Iduladha. Antusiasme anak-anak berpuasa sunnah di hari Arafah menandakan mereka mulai memahami macam-macam puasa sunnah dan tujuannya.
“Iduladha itu waktunya menyembelih sapi atau kambing seperti kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nanti, daging kurbannya diberikan pada orang-orang yang membutuhkan,” Rigo, siswa kelas 3, turut menimpali percakapan teman-temannya.
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) adalah puasa sunnah yang bermakna sebagai bentuk solidaritas dengan jamaah haji di Tanah Suci Makkah dan sarana penyucian diri.
Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, ibadah ini memiliki keistimewaan untuk menghapus dosa selama dua tahun (setahun yang lalu dan setahun yang akan datang).
Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), ”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah. Maka dia menjawab, “Menghapuskan (kesalahan) tahun lalu dan sesudahnya.” (HR. Muslim no. 1162 dalam hadits yang panjang).
Makna spiritual dan hikmah utamanya dalam puasa di hari Arafah meliputi penebusan dosa karena menjadi salah satu amalan utama untuk membersihkan catatan amal dari dosa-dosa kecil; solidaritas spiritual karena dilakukan tepat pada saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah, di mana umat Islam dianjurkan turut merasakan kehambaan dan memohon ampunan dari Allah SWT; dan persiapan menuju ketaatan karena merupakan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah sebelum memasuki Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. (#)
Jurnalis Nana Liesdiana. Penyunting Ichwan Arif. tagar.co