TKA Matematika dan Bahasa Indonesia, Ini Peraih Nilai Tertinggi di Sdamada

SDAMADA.ID Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen terstandar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik murid. TKA dirancang untuk menyediakan laporan terstandar mengenai kemampuan dasar siswa, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi masalah objektivitas dalam proses seleksi murid (seperti jalur prestasi) karena nilai rapor antar sekolah bisa berbeda standar penilaiannya.

TKA bukan alat untuk memberi label apakah seorang anak “pandai” atau “tidak pandai” secara umum. TKA tidak mengukur kecerdasan emosional, kreativitas, seni, olahraga, maupun karakter murid. Oleh karena itu, hasil TKA yang kurang maksimal bukan berarti seorang murid tidak pintar. TKA hanya mengukur satu dimensi kecerdasan yaitu kecerdasan akademik (literasi dan numerasi). Kecerdasan akademik hanyalah satu dari sekian banyak dimensi kecerdasan anak.

“TKA bukan sekadar menguji kepandaian akademik anak karena fokusnya pada penalaran, bukan materi hafalan,” demikian disampaikan oleh Farikhatin Juwariyah, S.Pd., Kepala Urusan Kurikulum ketika diwawancarai.

Soal-soal TKA lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan pemecahan masalah. Anak diuji bagaimana menerapkan konsep matematika dan bahasa dalam situasi kehidupan.

Tak Bisa Cek Mandiri

Berbeda dengan ujian lainnya, hasil TKA tidak bisa langsung dicek mandiri oleh siswa atau orang tua. Nilai tersebut didistribusikan oleh Dinas Pendidikan kepada pihak sekolah berupa Daftar Kolektif Hasil Tes Kemampuan Akademik (DKHTKA). Kemudian seolah akan mencetak Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) untuk dibagikan.

SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) telah menerima DKHTKA. Nilai tertinggi untuk mata pelajaran Matematika diraih oleh Muhammad Al Hafidz Raihan Setiawan dengan nilai 90. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia diraih oleh Ainindira Lituhayu Qoriannisa dengan nilai 100.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan puas,” ungkap Al, panggilan akrab Muhammad Al Hafidz Raihan Setiawan. “Usaha saya tidak sia-sia karena saya sangat fokus pada saat mengerjakan,” lanjut murid yang bercita-cita menjadi arsitek dan bekerja di luar negeri ini.

Sementara itu, Dara, orang tua Al bersyukur kepada Allah atas hasil yang diraih puteranya. Dara menceritakan bahwa Al memang konsen terhadap hal yang berbau akademik. Selain mengikuti pelajaran di sekolah dan di luar sekolah (bimbel), ada tambahan Klinik PR yang dimanfaatkan untuk berlatih soal.

“Terkadang saat libur sekolah, dia belajar matematika yang nanti akan diajarkan di SMP,” sambungnya.

Di tempat yang berbeda, Ainindira Lituhayu Qoriannisa mengucap syukur tiada henti atas hasil TKA yang diraihnya. “Saya rutin mengulang pelajaran setiap hari,” ujar Aira, panggilan kesehariannya.

“Jika mengalami kesulitan, saya bertanya kepada AI atau orang tua,” lanjut gadis yang bercita-cita menjadi guru dan pengusaha ini. Sementara itu, ibunda Aira mengaku terharu dan bangga atas prestasi anaknya. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan oleh Al dan Aira atas bimbingan Ustaz Ustazah Sdamada  selama 6 tahun.

Daftar Peraih Nilai TKA 

Berikut perolehan nilai tertinggi TKA
Mata Pelajaran Matematika:
1. Muhammad Al-Hafidz Raihan Setiawan dengan nilai 90.
2. Raissa Devina Mikola dengan nilai 86,67.
3. Ainindira Lituhayu Qiriannisa dengan nilai 83,33.

TKA Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:
1. Ainindira Lituhayu Qoriannisa dengan nilai 100.
2. Muhammar Ma’rif Syammakh dengan nilai 93,33.
3. Hayu Ainindya Zahra dengan nilai 93,33.
4. Qiana Femilyafella Azzahra dengan nilai 93,33. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana. Penyunting Sugiran. TAGAR.CO

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top