Gelar Karya Sdamada, Siswa Unjuk Inovasi dan Kepedulian Sosial

SDAMADA.ID Rabu (10/6/2026) menjadi hari yang istimewa bagi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada), Jawa Timur. Anak-anak dan orang tua wali murid berkumpul di lapangan hijau Sdamada. Melepas penat, membuang susah, menuai tawa, dan menggapai bahagia.

Pada hari itu Sdamada menggelar showcase atau gelar karya dengan menampilkan potensi dan karya siswa dari kelas 1 hingga 6 selama tahun ajaran. Selain itu, bazar dari komite Sdamada pun ikut memeriahkan even ini.

Penampilan pembuka oleh anak-anak dari ekstrakurikuler paduan suara, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan tari tradisional. Selanjutnya, pembacaan tartil dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars Sdamada. Anak-anak menyanyikan dengan heroik karena lirik-lirik lagu yang memotivasi.

Kepala Sdamada Alfiatun Na’imah, S.Si., S.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan gelar karya ini menampilkan kreativitas dan potensi siswa. Hal itu menyesuaikan dengan salah satu tema P8 (Profil Lulusan 8 Dimensi) dalam Kurikulum Merdeka, yaitu gaya hidup berkelanjutan.

“Kalian harus terus bermimpi setinggi langit karena karya besar berawal dari kesungguhan,” pesan Bu Alfi, panggilan sehari-harinya, kepada anak-anak.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo Drs. Agus Budi Priyatna, M.Pd. mengatakan bahwa proses pembelajaran telah menghasilkan karya sehingga ditampilkan dalam gelar karya.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan karena anak-anak sudah berhasil menerapkan pembelajaran di kelas dalam bentuk karya nyata,” lanjutnya.

Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Kemenag Kecamatan Sidoarjo Faisol Karim, S.Ag., M.Pd. juga berpesan dalam sambutannya, “Anak-anakku persiapkan cita-citamu dari sekarang. Teruslah membanggakan Sdamada. Jika bertemu bapak-ibu guru, jabat tangannya sebagai tanda penghormatan kepada mereka.”

Tampilan Gelar Karya

Sehari sebelumnya selepas siswa pulang sekolah, para guru dan karyawan Sdamada telah mempersiapkan segala perlengkapan untuk memajang karya siswa. Berbagai karya kreatif hasil daur ulang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Siswa kelas 1 menampilkan bingkai foto dari kardus bekas, tempat sampah mini dari gelas kertas, gelang lucu, dan blooming flower. Kelas 2 menghadirkan ecobrick, gelang dan bros manik-manik, gantungan kunci, bunga dari kawat bulu, serta olahan makanan berbahan umbi.

Baca juga: TKA Matematika dan Bahasa Indonesia, Ini Peraih Nilai Tertinggi di Sdamada

Sementara itu, siswa kelas 3 membuat ecobrick, kipas dari kardus, hiasan daur ulang, pigura dari kardus, lampion dari botol plastik, serta tempat pensil dari botol plastik dan sedotan.

Adapun siswa kelas 4 memamerkan kipas dari kardus bekas, celengan dari stoples bekas, dan lilin dari minyak jelantah. Kelas 5 membuat tempat pensil dari botol bekas dan stik es krim, serta hiasan dinding dari botol plastik dan stik es krim.

Sedangkan, kelas 6 menampilkan pemanfaatan sedotan menjadi hiasan, kardus bekas menjadi kalender dan replika jam dinding, serta karya batik jumputan.

Beragam Penampilan

Beragam penampilan siswa juga turut memeriahkan kegiatan tersebut. Siswa kelas 1 menampilkan senam serta gerak dan lagu, sedangkan kelas 2 membawakan pembacaan hadits, senam, serta gerak dan lagu. Sementara itu, kelas 3 mempresentasikan cara membuat hiasan dari bola plastik.

Adapun siswa kelas 4 mempresentasikan hasil karya berupa lilin aromaterapi dari minyak jelantah, celengan dari kaleng bekas, dan kipas dari kardus bekas. Kelas 5 menampilkan drama dan permainan gitar, sedangkan kelas 6 mempresentasikan pembuatan hiasan dari sedotan, batik jumputan, serta penampilan paduan suara.

Selain tampilan dari masing-masing kelas, ada pula penganugerahan bagi yang berprestasi, peluncuran buku antologi siswa, dan pengukuhan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Kids. IPM Kids merupakan organisasi pelajar Muhammadiyah yang diselenggarakan di sekolah dasar Muhammadiyah.

Pembina 1 IPM Kids Sdamada Fitri Mur Fatimah, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana berorganisasi sejak dini.

Di sisi lain, Ifa Rahmawati, S.Pd., pembina 2 IPM Kids, menggarisbawahi bahwa IPM Kids Sdamada merupakan pionir di antara sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo.

Penganugerahan Prestasi

Di sela-sela penampilan, pembawa acara mengumumkan penganugerahan lainnya. Salah satunya anugerah kepada guru dan karyawan berprestasi. Guru berprestasi jatuh kepada Sri Sulistyoningsih, S.Pd., guru kelas 2 Al-Farabi.

“Alhamdulillah, prestasi ini tak lepas dari kerja sama yang baik antarguru,” ujar Sri yang juga ketua KKG Sdamada ini.

Sementara itu, predikat karyawan berprestasi dianugerahkan kepada Wangan Indriyani, karyawan tata usaha Sdamada.

“Terima kasih, semuanya. Semoga amanah ini menjadi motivasi bahwa bekerja adalah ibadah,” lanjut Bu Indri, panggilan sehari-hari ibu dua putri ini.

Infak Terbanyak

Penganugerahan selanjutnya yakni pengumpul infak terbanyak yang diumumkan oleh Wakil Kepala Sdamada Ya’qub Chamidi, S.S., M.Pd.

“Kami akan mengumumkan kelas teladan yang siswanya mengumpulkan infak terbanyak selama tahun ajaran 2025-2026. Semoga menjadi amal jariah dan menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut,” ujar Ya’qub penuh harap.

Selama ini Sdamada membiasakan para siswa untuk berinfak pada hari Selasa dan Jumat. Sekolah yang terletak di Jalan Pasar Jetis Nomor 28 Sidoarjo ini menyematkan pembiasaan tersebut dengan istilah Giswa Muda dan GAJI. Giswa Muda adalah akronim dari Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah yang berada di bawah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sidoarjo.

Sementara itu, Sdamada mencetuskan GAJI sebagai singkatan dari Gerakan Amal Jumat berupa infak. Melalui kedua program tersebut, Sdamada menumbuhkan semangat filantropi agar generasi muda terdorong membantu sesama sejak dini.

Kelas 6 Al-Farabi meraih predikat Teladan 1 dengan total infak sebesar Rp2.359.000,00. Kelas 3 Al-Farabi menempati posisi Teladan 2 dengan perolehan Rp1.914.400,00. Sementara itu, kelas 6 Ibnu Sina meraih predikat Teladan 3 dengan jumlah infak sebesar Rp1.680.000,00. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana Penyunting Abizar Purnama TAGAR.CO

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top