
Selasa (17/6/25) pagi, udara sejuk setelah semalaman kota Sidoarjo diguyur hujan deras. Hari-hari belakangan memang, temperatur lebih tinggi dari biasanya. Teringat selalu terjemahan surat Ar Rahman: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ya, setelah udara yang terik beberapa hari, maka Allah SWT dengan kasih sayang-Nya menurunkan hujan. “Wow, segar sekali rasanya”.
Pukul 05.45, saya bergegas menuju SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada), tempat saya mengabdikan ilmu selama 18 tahun lamanya. Hari ini dilaksanakan show case yaitu gelar karya para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.
Mengambil tema Rekayasa Teknologi, kegiatan yang berlokasi di halaman depan dan bagian dalam sekolah ini menampilkan berbagai kompetensi siswa.
Pagelaran seni mulai dari menari, menyanyi, hingga drumband dari para siswa menjadi pembuka di pra acara. Kegiatan berlanjut dengan seremonial menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars Muhammadiyah dan Sdamada. Kegiatan disambung dengan tartil Al-Qur’an dan sambutan-sambutan.
Hadir sebagai undangan dalam acara ini, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) PCM Sidoarjo, dan ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis.
Tampak pula ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jetis, ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Sidoarjo, dan ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Sidoarjo.
Bekal Gen Z
Kepala Sdamada Alfiatun Na’imah menghaturkan terima kasih atas kehadiran para undangan. Menurutnya, gelar karya ini adalah hasil kegiatan pembelajaran siswa-siswi Sdamada yang terangkum dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Sementara itu Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Drs. Eko Agus Budi Priyatna, M.Pd, mengapresiasi kegiatan ini. Pak Agus, panggilannya, menyampaikan, generasi Z adalah penerus kita 10-20 tahun ke depan. Mereka akan menghadapi tantangan hidup yang lebih besar dalam kehidupannya.
“Maka, mereka perlu dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, berkreasi, kolaborasi, dan komunikasi. Showcase Sdamada ini adalah salah satu cara untuk memberikan bekal tersebut,” terangnya.
Acara dilanjutkan dengan launching buku antologi yang ditulis siswa kelas 1 sampai kelas 6 di Tahun Ajaran 2024-2025, serta penghargaan untuk guru dan karyawan terbaik. Selain itu ada juga penghargaan untuk kelas dengan infak terbanyak dan kelas dengan penampilan karya terbaik.

Celoteh dan Sorak Gembira
Kelas 4 Ibnu Sina ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Wali kelas 4 Al Farabi Liana, S.Pd mengatakan, pada gelar karya kali ini kelasnya menampilkan kreasi anyaman dengan memanfaatan limbah plastik yaitu membuat kipas dari sedotan.
Hal senada diamini Wali Kelas 4 Ar Razi Ellys Fandi, S.Pd, yang mengungkapkan, jika karya yang ditampilkan akan menjadi bekal keterampilan untuk anak-anak di masa depan.
Sementara Sabian Nadhir Ramadhan, siswa kelas 4 Ibnu Sina menganggap bahwa keterampilan ini sebenarnya mudah tetapi perlu kesabaran.
“Sedotannya licin, Bu. Waduh, tanganku pegel! Tapi seneng, Bu,” celetuk Furqon dan celoteh Dinar dengan senyum sembari melanjutkan karyanya.
Lain lagi dengan Luh Isa, siswa kelas 4 itu turut bersorak, “Hore, punyaku sudah jadi!” (#)
Jurnalis Nana Liesdiana. Penyunting Darul Setiawan.