
Acara seru Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru kelas 1 di Sdamada. (Tagar.co/Nana)
MPLS berlangsung di hari pertama masuk sekolah di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Ada bermain petualang saling mengenal teman, dan menulis cita-cita di balon.
Tagar.co – Udara pagi yang sejuk menyeruak ke SD Muhammadiyah 2 (Sdamada) Sidoarjo, Senin (13/7/2026).
Tak berapa lama kemudian wajah-wajah mungil beruntun hadir dengan penuh semangat di kampus ini mulai pukul 06.15 WIB. Di antaranya siswa baru kelas 1.
Inilah hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Agendanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru kelas 1.
Sebanyak 69 siswa baru kelas 1 tahun ajaran 2026-2027 berseragam putih merah dengan semua atribut barunya memasuki halaman sekolah bersama orang tuanya. Mereka disambut hangat oleh semua guru dan karyawan.
Pukul 07.30 WIB, Kepala Sdamada, Alfiatun Naimah, S.Si., S.Pd, mengawali dengan motivasi.
”Ubahlah rasa takut dengan keberanian. Di sini, kalian akan mengenal sekolah, lingkungan belajar dan teman yang baru,” kata Bu Alfi, panggilan sehari-harinya.
Tema MPLS tahun ini adalah Petualangan Ceria di Sekolah Baru. Sesuai dengan tema tersebut, calon siswa baru kelas 1 saling mengenal antar teman, mengenal guru mereka, dan mengenal lingkungan Sdamada.
Mereka dibagi dalam tiga kelompok kelas yaitu Kelompok Detektif, Kelompok Astronot, dan Kelompok Ilmuwan.
Mengawali petualangan seru ini, masing-masing siswa diberi balon. Sempat terjadi insiden, beberapa balon pecah dengan bunyi yang mengejutkan.
Tapi itu tak masalah karena selalu ada balon yang baru sebagai gantinya. Setelah menerima balon, mereka menuliskan cita-cita di balon itu dengan bantuan para guru.

Murid baru kelas 1, Aldi, menulis cita-citanya di balon. (Tagar.co/Nana)
Cita-cita Unik
Unik dan menarik, ada yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, masinis, bahkan menjadi penjaga kebun binatang.
“Aku mau jadi masinis, soalnya aku kepingin nyetir kereta api,“ kata Muhammad Ilham Maulana dari Kelompok Ilmuwan.
“Aku mau jadi penjaga kebun binatang. Aku suka sama jerapah, zebra, unta, harimau, dan lumba-lumba,” ujar Muhammad Rizaldi Massaid dari Kelompok Astronot.
“Aku memelihara burung di rumah,” lanjut Aldi, panggilan akrabnya. Ketika ditanya mengapa hewan harus disayangi, Aldi menjawab, “Mereka itu ciptaan Allah. Harus dikasih makan biar nggak mati”.
Sementara itu Namira dari Kelompok Astronot mengaku senang sekolah di Sdamada karena banyak teman.
“Aku akan belajar yang rajin di sekolah ini,” tuturnya penuh harap. Kegiatan selanjutnya adalah membuat topi kertas.
“Topi ini akan dipakai pada hari kedua MPLS. Anak-anak akan memakainya sebagai identitas kelas karena di hari kedua besok mereka akan bergabung dengan teman-teman dari kelas lain untuk melakukan petualangan berikutnya,” papar Sri Sulistyoningsih, S.Pd., guru Kelompok Detektif ketika diwawancarai.
Pada kegiatan hari pertama ini, dilakukan pula asesmen diagnostik pada masing-masing siswa.
“Tujuannya adalah untuk memetakan kemampuan awal (kognitif) serta memahami kondisi psikologis dan latar belakang siswa (non-kognitif),” kata Rida Nurlaili, S.Pd, Ketua Pelaksana MPLS Sdamada.
Sementara anak-anak bersama guru dan teman-teman barunya di kelas. Para orang tua mendapat pemaparan kegiatan sekolah selama satu tahun ke depan di Auditorium Jenderal Sudirman Sdamada.
Informasi-informasi penting sekolah disampaikan oleh kepala ekolah beserta wakil kepala sekolah dan para kepala urusan.
Pada momen penting ini, hadir pula Komite Sdamada untuk meliput acara. Salah satu kegiatan positif yang dilakukan adalah membuka donasi buku pelajaran dari kakak-kakak kelas.
“Buku-buku ini masih bagus. Daripada dibuang, lebih bermanfaat digunakan lagi oleh mereka yang berkenan,” tutur Mama Tito, koordinator donasi buku komite sekolah. (#)
Jurnalis Nana Liesdiana Penyunting Sugeng Purwanto