Budaya Berbagi Sdamada Hadirkan Kebahagiaan Sederhana

Hadiah sederhana berupa minyak goreng, telur, dan peralatan rumah tangga tersusun rapi sebelum dibagikan kepada guru dan karyawan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) melalui undian spontan, Jumat (19/6/2026), di halaman  sekolah. (Tagar.co/Nana Liesdiana)

Suasana SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo terasa lengang karena libur kenaikan kelas. Namun, di tengah kesibukan menyusun rapor, sebuah kejutan sederhana justru memantik tawa dan mempererat kebersamaan.

Tagar.co – Budaya berbagi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) kembali menunjukkan kehangatannya pada Jumat, (19/6/2026). Saat koridor Sdamada terasa lebih sunyi dari biasanya, tawa justru pecah di tengah kesibukan para guru menuntaskan rapor siswa.

Sejak Rabu, (17/6/2026), siswa telah memasuki masa libur kenaikan kelas. Tidak terdengar suara riang anak-anak. Tidak tampak langkah-langkah kecil yang biasanya memenuhi halaman sekolah. Meski demikian, guru dan karyawan tetap hadir. Mereka menyiapkan rapor yang akan dibagikan keesokan harinya.

Para guru telah berkutat dengan angka dan lembar penilaian sejak pukul 06.50 WIB. Mereka memeriksa nilai satu per satu sebelum mencetak laporan belajar selama setahun. Ketelitian menjadi kunci. Sebab komputer hanya menjalankan perintah. Sementara manusia menghadirkan pertimbangan, empati, dan tanggung jawab.

Di tengah kesibukan itu, suara pengeras tiba-tiba memanggil seluruh guru dan karyawan menuju halaman tengah sekolah. Rasa penasaran pun mengiringi langkah mereka.

Sesampainya di sana, beberapa botol minyak goreng ukuran 330 mililiter, paket telur seperempat kilogram, dan barang pecah belah telah tersusun rapi di atas meja. Benda-benda sederhana itu ternyata menjadi hadiah undian gratis bagi guru dan karyawan.

Suasana yang semula tenang mendadak berubah riuh. Berkat budaya berbagi Sdamada ini, tawa dan canda mengalir seperti embusan angin yang menyegarkan setelah pagi yang padat.

“Terima kasih, ibu-ibu panitia. Barakallah,” ujar Intan Oktania Riza, S.Pd., wali kelas IV Ibnu Sina.

Budaya berbagi Sdamada menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah kesibukan guru menyiapkan rapor kenaikan kelas.

Guru dan karyawan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada) mengambil hadiah undian berupa minyak goreng, telur, dan peralatan rumah tangga sederhana di sela kesibukan penyusunan rapor, Jumat (19/6/2026), di halaman tengah Sdamada, Sidoarjo (Tagar.co/Nana Liesdiana)

Budaya Berbagi Sdamada yang Merawat Kebersamaan

Ifa Rahmawati, S.Pd., menggagas kegiatan tersebut secara spontan. Ia ingin menjaga kebersamaan di sela kesibukan menyiapkan rapor.

“Awalnya untuk Jumat Berkah. Namun, jumlahnya tidak sebanyak guru dan karyawan. Akhirnya, kami membuat undian semacam doorprize,” ujar Rida Nurlaili, S.Pd., salah seorang panitia.

Bagi keluarga besar Sdamada, saling berbagi bukan hal baru. Kebiasaan itu tumbuh seperti pohon yang akarnya telah lama tertanam. Nilainya mungkin sederhana, tetapi mampu menaungi banyak hati.

“Ini budaya Sdamada yang harus dipertahankan. Kita suka dum-duman atau saling berbagi. Meskipun receh, tetapi menghibur,” tutur Yayuk Hariyati, M.Pd., guru kelas II yang telah mengabdi sejak 2005.

Pagi itu, minyak goreng dan telur bukan sekadar hadiah. Keduanya menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering hadir dalam bentuk yang sederhana. Di tengah tumpukan rapor dan tenggat pekerjaan, keluarga besar Sdamada kembali merawat kebersamaan dengan cara yang khas. (#)

Penulis Nana Liesdiana Penyunting Terry Angria Putri Perdana

https://tagar.co/budaya-berbagi-sdamada-hadirkan-kebahagiaan-sederhana

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top